Minggu, 22 Mei 2016

kewajiban adalah dharmamu

Sri kresna berkata bahwa didunia adalah tempat perbuatanmu dan kau akan diatur oleh peraturan atas tindakan dan perbuatanmu itu janganlah mencoba menghindari perbuatanmu bertindaklah tanpa mengharapkan hasil karena itu adalah kewajibanmu dan kewajiban adalah dharmamu tetapi jika tindakanmu hanya untuk kepentingan dirimu sendiri maka tindakan itu akan menjerumuskanmu ke dalam dosa. Karena itu bebaskanlah dirimu dari keinginan pribadimu tunjukkanlah tindakanmu untuk kepentingan orang banyak, hanya inilah cara untuk mendapatkan kebahagiaan. 
Semua perbuatan adalah perangkap dari keinginan, hayalan dan kemarahan. Dan mereka yang terperangkap bagaimana mereka akan dibimbing untuk mendapatkan kebahagiaan. Jika masyarakat tidak bahagia maka setiap pribadipun tidak bisa bahagia. Jika masyarakat menangis maka ketahuilah maka matamupun akan menitikkan air mata. Kau adalah bagian dari masyarakat maka jadikanlah dirimu sebagai bagian dari mereka jangan menganggap dirimu pemimpin di sanalah letak kebajikannmu dan pengetahuanmu adalah lebih mulia dan bagi yang memiliki pengetahuan hidup adalah pengorbanan

Senin, 16 Juni 2014

Ketika Hidup Dipersimpangan Jalan


Belajar hidup lebih baik
Orang menceritakan jika kau ingin lebih baik
Maka kau harus belajar pada orang baik
Membaca buku buku tentang kebaikan
Lebih tinggi lagi orang bilang!!!
Jadi orang baik akan selamat di dunia dan akhirat
Apa ya.....?
Ketika disekelilingku di lingkari oleh orang orang baik
Semua orang mengatakan itu
Tapi keraguan ini sering muncul
Tat kala orang yang disebut baik mendapat kesusahan yang teramat sangat
Kadang aku sedih melihatnya
Apa ini karma orang baik yang harus diterima
Kenapa orang orang yang dibilang jahat
Selalu terlihat santai dan dalam dekapan kebahagiaan
Tidakkah boleh orang baik menikmati sedikit kebahagiaannya
Yang kutemui dari orang orang yang ku kenal lebih banyak susahnya
Jadi orang baik.....
Jika demikian adanya hanya sedikit yang akan menjadi orang baik
Penuh cobaan...
Dan sering makan hati....
Apakah ini batas kesabaranKu atau tuhan sedang mempertimbangkan
Atas karma baik dan buruk yang ku alami

Sabtu, 14 Juni 2014

Goresan Dinding Kelak Penuh Makna

Dalam keletihan malam
Tak terdengar suara apapun mendera
Seakan dunia kehidupan sirna
Aku mencoba bertanya adakah suatu hidup dan kehidupan yang pasti
Kadang aku takut pada kehidupan yang aku jalani
Kadang pula aku berpasrah diri pada kondisi yang akan menimpaku
Biarlah hidup kujalani dengan ketegaran
Meski hanya diri yang memberi harapan
Untuk bisa menjawab teka teki yang tersedia
Dinding sepi
Dan catatan catatan tanpa isi
Cerita yang yang mendahului penuh pilu
Akankah  berulang kembali di masa mendatang
Meskipun begitu hidup harus berjalan
Tak seorangpun akan mencoba untuk menghentikannya

Jumat, 06 Juni 2014

Bahagia dalam Bayangan Duka dalam Kenyataan



Kegelisahan dalam jendela retak
Dunia berkaca pada gemilang masa lalu
Panas muka wajah terbakar
Dalam duka kekikinian
Tiada peduli sanak saudara
Terlelap dalam hayal harapan yang lagi berlalu
Menggapai masa yang bukan menjadi milik kita
Membawa terbang mimpi indah di siang hari
Akhir jiwa sepi badan binasa
Terlupakan dan tidak terkenang lagi
Ak….hidup dalam bayang bayang senja

Selasa, 08 Februari 2011

Kupikir Ke indahan Bisa Diciptakan


Mencari kehidupan
aku berguling diantara debu jalanan
pikiran dan harapan berbaur sudah
kubuat dunia indah dengan caraku

semua indah
semua menawan
kulukiskan tebaran warna
membias cakrawala mencapai asa

hidup bahagia menjadi tujuan
namun kebebasan pikiran menjadi tugas berat
ke akuan dan keterikatan beban berat harus ku atasi
batas tipis menyela diantara suka dan duka
hanya pikiran yang bersih menjembatani
dunia menjadi indah
bila kau pikir indah
neraka bila kau pikirkan susah

semua berawal dan berakhir di dalam pikiran!....

Selasa, 01 Desember 2009

MEMENDAM RINDU


JIKA MASA BERLABUH DI DERMAGA

BULIRAN KATAKU TERCIPTA

DIBENING PANCARANNYA

BIAR TERHAPUS INGINKU JUA

ANGAN KUPELUK SEJUTA HARAP

PADA HARI GELAP KUTIMANG RINDU

PADA HARI SIANG KU PANCAR ANGAN-ANGAN

PADA REKAN................

PADA SAHABAT..............



PADA KARYA NYATAMU.............

REDAKAN HARI PANJANGKU

AKU LELAH..............

Minggu, 22 November 2009

Buat Orang yang menamakan dirinya Kaum Inteketual


Melalui media ini kita ingin mengajak teman-teman bergabung

Belajar bersama untuk mencoba memperbaiki buku usang yang telah rusak

Merajut benang yang telah mulai kusut

Kalau anda setuju mari kita pergunakan seluruh kemampuan kita

Untuk menyimak apa yang terjadi disekitar kita

Belajar segala sesuatu tentang kehidupan dari media apapun

Puisi, cerpen, novel, koran-koran, peristiwa yang anda saksikan

Semua akan mengantarkan kita kepada pembelajaran yang sempurna

Buku bukan satu-satunya alkitab yang kita tuju

Pengetahuan itu amatlah luas, pengetahuan bagaikan gadis cantik

Yang parasnya memencarkan cahaya

Menyilaukan bagi orang yang tidak mempercayainya

Menyejukkan bagi manusia belajar memahaminya lalu

dan meyakinkan dirinya dijadikan suluh dalam kegelapan hidupnya.

Pengetahuan bukanlah sesuatu yang kasap mata

Bisa kau lihat, kau raba dan kau peroleh begitu

Banyak sarjana tapi tak berguna, formalitas yang tinggi mencapai kesarjanaan tertinggi

Tiada guna bila sekejab saja menjerumuskan dirinya kedalam lubang kesengsaraan

Lalu buat apa kamu belajar

Kalau tanda-tanda tentang keburukan masa depanmu tidak kau ketahui

Tentang kekilapanmu sesaat membawa dirimu ke neraka sepanjang jaman

Bukan saja badan dan pikiranmu kau hancurkan

Tapi kau telah meracuni seluruh pikiran dan jiwa mahluk-mahluk

Yang menyandarkan pengetahuan bahwa manusialah yang paling tinggi

Kau juga telah membunuh ribuan nyawa oleh karena kebodohanmu

Kalau demikian adanya siapa yang salah

Apakah buku suci yang kau pelajari

Ataukah gurumu yang keliru?

Semua kembali pada kemampuanmu sendiri

Pengetahuan adalah lentera kehidupan

Lalu apa jadinya engkau belajar setinggi langit

Tapi diakhir jaman dirimu masuk neraka

Wahai kaum intelektual jangan engkau hanya formalitas saja

Tapi karya nyatamu membawamu dalam kehidupan damai

Memberi kesejukan pada setiap orang dan setiap mahluk

Anak, istri, adik-adikmu, ayahmu, ibumu dan semuanya

Menunggumu dan mendoakanmu kelak dirimu menjadi

Teladan, pelindung dan pemegang panji kehormatan

.......................

Teman-teman mari kita belajar melalui media ini

Saya akan pancing kemampuan anda

Melalui media yang saya ciptakan

Roh individu ibarat penumpang, badan ibarat kereta,

kecerdasan sebagai kusir, pikiran sebagai tali kendali

dan panca indera sebagai kelima ekor kuda” (Gita 6.34)

Jumat, 06 November 2009

SERINAI RINDU



Engkau yang hadir tanpa jati diri

Ijinkan daku menyatukan apa yang engkau selipkan

Jangan bisukan keluku dengan tawa

Senandung serinai rindu

Bawa langkah

Bungkus rapi kemarau

Dalam makna yang tak tercipta

Kikis serubung iba

Berpaling muak dalam canda

Biarkan tenggelam jiwaku

Dalam torehan hari tanpa hati

Kerudung angin yang buat keacuhan

Bingkai tawamu

Kelukan dalam tontonan diri

Lewat post engkau peuntukkan

Mengapa engkau tak tunjukkan jati dirimu

Dari lekukmu sudah kentara

Bahwa hadir tanpa jatidiri adalah engkau yang kumaksud

Penantian yang Panjang



Kini kisah tentang seorang dara jelita

Hidup sendiri di tepi danau

Jauh dari segala keramaian kota

Hanya berteman alam, taman dan danau

Desir angin gelombang air danau nan biru

Di setiap senja termenung di tepi danau

Lamunan melayang ke masa manis telah silam

Pandangan matamu menatap ke jalan

Penuh pengharapan akan seseorang

Yang telah dinanti bertahun tak kembali

Yang dinantikan sekian lama

Takkan kembali

Sedih sekali....dia telah gugur diperjalan

Hidup cinta suci tenggelam diperjalanan

Hatinya tak rela menerima petaka ini

Hari demi hari dia menangisi

Walau musim berganti dan berganti

Tetap menanti menanti dan menanti

Jumat, 30 Oktober 2009

Sebuah Buku Usang


(From the lost house)

Bisikan merdu yang terindah

Mengalun dari dasar kalbuku

Mampu meniup mendung-mendung tebal di hatiku

Mengikis habis batas-batas derita yang aku alami

Menguak tirai mimpi yang berkepanjangan

Sirna, musnah terhempas gelombang yang berpacu di jantungku

Terhias senyum yang menyejukkan jiwa

Wahai sahabat katakanlah sesuatu

Biar aku tenang

Karena aku tak akan pernah tahu, jika engkau diam

Dalamnya laut dapat aku perhitungkan

Dalamnya hatimu tak bisa aku bayangkan

Sahabat, tak selamanya diam itu emas

Buku yang ku simpan

Jauh di dasar hati yang paling dalam

Yang tak pernah ku sentuh apalagi kubaca

Sudah terhapus guratan-guratan di dalamnya

Sudah kulupakan syair-syair indahnya

Tidak akan pernah akan terbaca lagi

Ya tak akan,

Sekalipun dengan kaca pembesar

Namun saat ini

Ketika kulihat sahabat,

Membangkitkan lagi ingatanku

Tentang buku ini

Syair-syair bernyanyi indah ditelingaku

Jika kau inginkan,

Akan kutuliskan lagi untukmu

Dengan tinta emas

Buku cinta yang usang

Temanilah perjalananku dengan kawan baruku

Setiap lembaranmu akan kutulis

Sajak indah tentang cinta