Minggu, 22 Mei 2016
kewajiban adalah dharmamu
Senin, 16 Juni 2014
Ketika Hidup Dipersimpangan Jalan
Belajar hidup lebih baik
Orang menceritakan jika kau ingin lebih baik
Maka kau harus belajar pada orang baik
Membaca buku buku tentang kebaikan
Lebih tinggi lagi orang bilang!!!
Jadi orang baik akan selamat di dunia dan akhirat
Apa ya.....?
Ketika disekelilingku di lingkari oleh orang orang baik
Semua orang mengatakan itu
Tapi keraguan ini sering muncul
Tat kala orang yang disebut baik mendapat kesusahan yang teramat sangat
Kadang aku sedih melihatnya
Apa ini karma orang baik yang harus diterima
Kenapa orang orang yang dibilang jahat
Selalu terlihat santai dan dalam dekapan kebahagiaan
Tidakkah boleh orang baik menikmati sedikit kebahagiaannya
Yang kutemui dari orang orang yang ku kenal lebih banyak susahnya
Jadi orang baik.....
Jika demikian adanya hanya sedikit yang akan menjadi orang baik
Penuh cobaan...
Dan sering makan hati....
Apakah ini batas kesabaranKu atau tuhan sedang mempertimbangkan
Atas karma baik dan buruk yang ku alami
Sabtu, 14 Juni 2014
Goresan Dinding Kelak Penuh Makna
Tak terdengar suara apapun mendera
Seakan dunia kehidupan sirna
Aku mencoba bertanya adakah suatu hidup dan kehidupan yang pasti
Kadang aku takut pada kehidupan yang aku jalani
Kadang pula aku berpasrah diri pada kondisi yang akan menimpaku
Biarlah hidup kujalani dengan ketegaran
Meski hanya diri yang memberi harapan
Untuk bisa menjawab teka teki yang tersedia
Dinding sepi
Dan catatan catatan tanpa isi
Cerita yang yang mendahului penuh pilu
Akankah berulang kembali di masa mendatang
Meskipun begitu hidup harus berjalan
Tak seorangpun akan mencoba untuk menghentikannya
Jumat, 06 Juni 2014
Bahagia dalam Bayangan Duka dalam Kenyataan
Selasa, 08 Februari 2011
Kupikir Ke indahan Bisa Diciptakan
aku berguling diantara debu jalanan
pikiran dan harapan berbaur sudah
kubuat dunia indah dengan caraku
semua indah
semua menawan
kulukiskan tebaran warna
membias cakrawala mencapai asa
hidup bahagia menjadi tujuan
namun kebebasan pikiran menjadi tugas berat
ke akuan dan keterikatan beban berat harus ku atasi
batas tipis menyela diantara suka dan duka
hanya pikiran yang bersih menjembatani
dunia menjadi indah
bila kau pikir indah
neraka bila kau pikirkan susah
semua berawal dan berakhir di dalam pikiran!....
Selasa, 01 Desember 2009
MEMENDAM RINDU
JIKA MASA BERLABUH DI DERMAGA
BULIRAN KATAKU TERCIPTA
DIBENING PANCARANNYA
BIAR TERHAPUS INGINKU JUA
ANGAN KUPELUK SEJUTA HARAP
PADA HARI GELAP KUTIMANG RINDU
PADA HARI SIANG KU PANCAR ANGAN-ANGAN
PADA REKAN................
PADA SAHABAT..............
PADA KARYA NYATAMU.............
REDAKAN HARI PANJANGKU
AKU LELAH..............
Minggu, 22 November 2009
Buat Orang yang menamakan dirinya Kaum Inteketual
Melalui media ini kita ingin mengajak teman-teman bergabung
Belajar bersama untuk mencoba memperbaiki buku usang yang telah rusak
Merajut benang yang telah mulai kusut
Kalau anda setuju mari kita pergunakan seluruh kemampuan kita
Untuk menyimak apa yang terjadi disekitar kita
Belajar segala sesuatu tentang kehidupan dari media apapun
Puisi, cerpen, novel, koran-koran, peristiwa yang anda saksikan
Semua akan mengantarkan kita kepada pembelajaran yang sempurna
Buku bukan satu-satunya alkitab yang kita tuju
Pengetahuan itu amatlah luas, pengetahuan bagaikan gadis cantik
Yang parasnya memencarkan cahaya
Menyilaukan bagi orang yang tidak mempercayainya
Menyejukkan bagi manusia belajar memahaminya lalu
dan meyakinkan dirinya dijadikan suluh dalam kegelapan hidupnya.
Pengetahuan bukanlah sesuatu yang kasap mata
Bisa kau lihat, kau raba dan kau peroleh begitu
Banyak sarjana tapi tak berguna, formalitas yang tinggi mencapai kesarjanaan tertinggi
Tiada guna bila sekejab saja menjerumuskan dirinya kedalam lubang kesengsaraan
Lalu buat apa kamu belajar
Kalau tanda-tanda tentang keburukan masa depanmu tidak kau ketahui
Tentang kekilapanmu sesaat membawa dirimu ke neraka sepanjang jaman
Bukan saja badan dan pikiranmu kau hancurkan
Tapi kau telah meracuni seluruh pikiran dan jiwa mahluk-mahluk
Yang menyandarkan pengetahuan bahwa manusialah yang paling tinggi
Kau juga telah membunuh ribuan nyawa oleh karena kebodohanmu
Kalau demikian adanya siapa yang salah
Apakah buku suci yang kau pelajari
Ataukah gurumu yang keliru?
Semua kembali pada kemampuanmu sendiri
Pengetahuan adalah lentera kehidupan
Lalu apa jadinya engkau belajar setinggi langit
Tapi diakhir jaman dirimu masuk neraka
Wahai kaum intelektual jangan engkau hanya formalitas saja
Tapi karya nyatamu membawamu dalam kehidupan damai
Memberi kesejukan pada setiap orang dan setiap mahluk
Anak, istri, adik-adikmu, ayahmu, ibumu dan semuanya
Menunggumu dan mendoakanmu kelak dirimu menjadi
Teladan, pelindung dan pemegang panji kehormatan
.......................
Teman-teman mari kita belajar melalui media ini
Saya akan pancing kemampuan anda
Melalui media yang saya ciptakan
“Roh individu ibarat penumpang, badan ibarat kereta,
kecerdasan sebagai kusir, pikiran sebagai tali kendali
dan panca indera sebagai kelima ekor kuda” (Gita 6.34)
Jumat, 06 November 2009
SERINAI RINDU
Engkau yang hadir tanpa jati diri
Ijinkan daku menyatukan apa yang engkau selipkan
Jangan bisukan keluku dengan tawa
Senandung serinai rindu
Bawa langkah
Bungkus rapi kemarau
Dalam makna yang tak tercipta
Kikis serubung iba
Berpaling muak dalam canda
Biarkan tenggelam jiwaku
Dalam torehan hari tanpa hati
Kerudung angin yang buat keacuhan
Bingkai tawamu
Kelukan dalam tontonan diri
Lewat post engkau peuntukkan
Mengapa engkau tak tunjukkan jati dirimu
Dari lekukmu sudah kentara
Bahwa hadir tanpa jatidiri adalah engkau yang kumaksud
Penantian yang Panjang
Kini kisah tentang seorang dara jelita
Hidup sendiri di tepi danau
Jauh dari segala keramaian kota
Hanya berteman alam, taman dan danau
Desir angin gelombang air danau nan biru
Di setiap senja termenung di tepi danau
Lamunan melayang ke masa manis telah silam
Pandangan matamu menatap ke jalan
Penuh pengharapan akan seseorang
Yang telah dinanti bertahun tak kembali
Yang dinantikan sekian lama
Takkan kembali
Sedih sekali....dia telah gugur diperjalan
Hidup cinta suci tenggelam diperjalanan
Hatinya tak rela menerima petaka ini
Hari demi hari dia menangisi
Walau musim berganti dan berganti
Tetap menanti menanti dan menanti
Jumat, 30 Oktober 2009
Sebuah Buku Usang
(From the lost house)
Bisikan merdu yang terindah
Mengalun dari dasar kalbuku
Mampu meniup mendung-mendung tebal di hatiku
Mengikis habis batas-batas derita yang aku alami
Menguak tirai mimpi yang berkepanjangan
Sirna, musnah terhempas gelombang yang berpacu di jantungku
Terhias senyum yang menyejukkan jiwa
Wahai sahabat katakanlah sesuatu
Biar aku tenang
Karena aku tak akan pernah tahu, jika engkau diam
Dalamnya laut dapat aku perhitungkan
Dalamnya hatimu tak bisa aku bayangkan
Sahabat, tak selamanya diam itu emas
Buku yang ku simpan
Jauh di dasar hati yang paling dalam
Yang tak pernah ku sentuh apalagi kubaca
Sudah terhapus guratan-guratan di dalamnya
Sudah kulupakan syair-syair indahnya
Tidak akan pernah akan terbaca lagi
Ya tak akan,
Sekalipun dengan kaca pembesar
Namun saat ini
Ketika kulihat sahabat,
Membangkitkan lagi ingatanku
Tentang buku ini
Syair-syair bernyanyi indah ditelingaku
Jika kau inginkan,
Akan kutuliskan lagi untukmu
Dengan tinta emas
Buku cinta yang usang
Temanilah perjalananku dengan kawan baruku
Setiap lembaranmu akan kutulis
Sajak indah tentang cinta




