Minggu, 29 September 2024
Semangat Gemilang di Jumbara X
Minggu, 08 September 2024
"Keadilan Tuhan: Menemukan Kedamaian di Tengah Ketidakpastian Hidup"
Sabtu, 07 September 2024
Kasih dalam Harmoni, Harapan dalam Setiap Langkah
Teguh Dalam Syukur, Damai Dalam Ketidakadilan"
![]() |
| De Sandi |
Aku ingin menjadi cahaya kecil di tengah gelap, tempat di mana mereka yang tersesat bisa melihat jalan pulang. Ya, sejuk... damai... dan harmonis. Hidup yang penuh dengan cinta kasih, di mana setiap langkah membawa kita lebih dekat pada persaudaraan, pada dunia yang lebih baik. Meski perjalanan ini panjang, harapan itu tetap menyala—seperti bintang yang tak pernah padam, mengantarku menuju masa depan yang gemilang.
Di sinilah aku berdiri, tidak hanya menunggu, tapi menciptakan. Aku akan terus melangkah, menenun impian yang selama ini terlihat samar, menjadikannya nyata bagi diriku dan orang lain. Karena aku percaya, di balik setiap tantangan ada peluang, di balik setiap keraguan ada keyakinan, dan di balik setiap harapan ada kekuatan untuk mewujudkannya.
Aku mulai menyadari, bahwa dalam setiap langkah hidup ini, janji kehidupanku bukan hanya tentang apa yang kutemui, tetapi juga tentang bagaimana aku meresapi setiap pengalaman yang datang—bahkan saat ketidakadilan menghampiri. Rasa syukur kini mengalir lebih dalam, tidak hanya untuk hal-hal indah yang menyentuh hidupku, tapi juga untuk setiap perlakuan yang tak adil, yang pernah membuatku merasa terpuruk.
Dulu, aku bertanya-tanya mengapa dunia ini sering kali tidak seimbang, mengapa kebenaran terkadang terasa tersembunyi di balik bayang-bayang penindasan. Namun kini, dengan hati yang terbuka, aku mulai menerima bahwa semua ketidakadilan telah dijawab oleh hukum semesta yang lebih besar dari kita—hukum karma. Setiap tindakan membawa akibatnya sendiri, dan pada akhirnya, semua kembali pada apa yang kita tanam.
Aku memilih untuk menerima ketidakadilan dengan lapang dada, karena dalam penerimaan itu aku menemukan kedamaian. Tak lagi kubiarkan hatiku terbakar oleh dendam, karena aku paham, balasan bagi setiap tindakan sudah ada jalannya sendiri. Setiap ketidakadilan yang pernah kuterima adalah bagian dari perjalanan menuju kedewasaan batin. Ini adalah pelajaran yang menyadarkanku bahwa kita tak selalu bisa mengontrol dunia, tapi kita bisa mengendalikan cara kita merespons dunia.
Syukurku kini lebih mendalam, bukan hanya untuk kebahagiaan, tetapi juga untuk luka-luka yang mengajarkanku bertahan. Setiap perlakuan yang menyakitkan, kini kupandang sebagai batu pijakan menuju pemahaman yang lebih tinggi. Aku percaya bahwa di balik setiap penderitaan, ada rahmat tersembunyi yang sedang bekerja, memurnikan jiwa, memperkuat hati, dan membawaku lebih dekat pada diriku yang sejati.
Dan untuk mereka yang membawa ketidakadilan dalam hidupku, aku tidak menyimpan amarah. Aku tahu, hukum karma tak pernah tidur. Masa depan mereka telah terukir oleh tangan mereka sendiri, dan aku tak perlu menjadi hakim dalam kehidupan ini. Aku hanya perlu berjalan dengan damai, menebar cinta di setiap langkah, dan membiarkan semesta bekerja dengan caranya.
Hidup ini pada akhirnya adalah tentang ketenangan dalam menerima apa yang tidak bisa kita ubah, dan kekuatan untuk tetap berjalan dalam kebaikan, meski dunia sering kali terasa tidak adil. Karena setiap ketidakadilan bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari keadilan yang akan datang—entah dalam kehidupan ini atau yang berikutnya. Dan di sanalah, masa depan yang gemilang menanti bagi mereka yang tetap teguh dalam cinta, kebaikan, dan syukur. (Sunset)
Sabtu, 13 Maret 2021
Kasadian Sujati (Ginanti)
Dija alih dija ruruh
Legan nyete ne sujati
Ane kebawosang bagia
Dugi paling bakat alih
Bantangin ban mas lan selaka
Tan merawat nang akikit
Sayan sugih sayan inguh
Ngampilang brana sesai
Takut tanggehang pisaga
State selang dihati
Rasa ade ne ngitungang
Ngrebut arta aji nyilib
Pisaga tong bakat gugu
Krasa pade iri hati
Pade ngadu sebeng getar
Kenyongne anggona nyilib
Nyetnye kaliput lan jela
Mangatonang anak sugih
Mare tahu teken unduk
Witning nyliksik nyet pedidi
Woh bonggane mare ngendas
Anake bakat aranin
Krase brayane ngedegang
Jatinnya woh kardi niri
Awake bes sanget begug
Bongga teken dewek sugih
Tan rungu ring nyame braya
Nyapatin ajin ngelawanin
Reh ngrase sing kuwangan amah
Ape buin idihang kanti
Kencegan baan punyah pitu
Mrasa teken awak inggil
Twara ade saman pade
Mrasa dewek bagus ririh
Salwirya pinih utama
Sing ade ngasorang pasti
Engsap teken pade patuh
Pakenyet nyamane jati
Tusing ade nyak nyekjekang
Masih ja pade ngingenin
Sugihe pejang dijumah
Ngudiang anake endogin
Mare bakat baan ngeruruh
Sadia bagiane sujati
Trikaya parisudha
Nyet tabuh laksana suci
Ane ento tuah sarannya
Suluh sulur sujati
Kenehe apang da begug
Tabuhe de mangungkulin
Lanksanane mangde rapah
Kemban lan itatwam asi
Wit nyete saling ngerunguang
Pade pedak menatingin
(Mudastra, Sembiran 1998)
Subha Asubha Karma (mas kumangbang)
Jele melah mebungkil dihulu hati
Melahang mengraksa, ento ye maweweh kanti
Yening beneh ben ningkahang
Prade saja, beneh ben ningkahang budi
Semu solah yatna, nyama braya pada asih
Liyu ngelah ngelah pasawitran
Yening damang, baan ngundukang cita budhi
Ngulurin kabonggan, prade kawekas mamurti
Nyama ejoh musuh ngarepang
Pape neraka, dadi dadolegan gumi
Watangan majalan, satmaka dini
Tuara ade mangringsunang
To melahang, pinehin pang sai
Anggen babekelan, panglemek bapane jati
Buntil sajeroning manah
(Mudastra Desa Sembiran, 1998)
Minggu, 27 Desember 2020
Selamat Tahun Baru 2021
Senin, 17 Juni 2019
Cinta MembuatMu Merasa Nyaman
Terpendam dalam diam seakan tak ada rasa
Aku hanya terdiam menikmati perasaan ini
Meski ketakutan menjadi kawan dalam kesepian
Jika mampu kuuraikan seluruh perasaan ke dalam kata-kata
Kata cinta yang membuatmu merasa nyaman berada didalamnya
Mungkin aku merasa utuh
Dan ijinkan aku menjadi penjamin rasa aman untukMu
Kan ku jaga selalu hal yang menurutMu mempunyai makna
Tapi aku hanya bisa bermimpi dan terus bermimpi
Mengembangkan sayap dan mengajakMu pergi
Menuju temaram alam khayalan
Kau adalah keindahan yang nampak, namun tak tersentuh
Ijinkanlah kunikmati perasaan ini sendiri
Mengagumimu dalam diam
Agar kebahagiaanMu tak terusik oleh kekaguman
Seorang pria yang penuh kekurangan
Agus Erawan (Maba 2018......)
Aku Mencintai dengan Segala KekuranganKu
nama yang terlukis indah di lubuk hatikU
kekasih..............
senyummu janjikan keceriaan hidupku
Nada suaraMu janjikan aku
Kan lupakan semua dukaku
Kekasih.....
Aku tak tahu apa arti cinta kasih dan sayang
karena yang selama ini aku tahu
Cinta adalah perasaan ingin memiliki
Kasih adalah perasaan ingin memberi
Sayang adalah perasaan ingin melindungi
Kekasih.......
Bolehkah aku mencintaiMu dengan segala kekuranganKu
Bolehkah aku mengasihimu dengan sepenuh jiwaKu?
Bolehkan aku menyayangimu dengan seluruh kekuatanKu?
Kekasih
saat bibir ini tak mampu lagi merangkai kata-kata
Hanya kata ini yang mampu kuucapkan
Aku MencintaiMu
Apakah Aku Pantas MendampingiMu Selamanya
dalam secarik kertas ini
Goresan tinta indah sekalipun,
Tak ada yang bisa mewakili perasaan ini
Ada banyak hal yang mungkin tak kau tahu dariku
Betapa banyak tersimpan segala kekuranganKu
Bahkan lebihnya cintaku yang ku kemas dalam hati untukmu
Aku ingin di setiap hari-hariku bersamaMu
Aku Ingin selihatmu
Mendengar suaraMu
Canda dan tawaMu
Aku ingin kau selalu ada untukKu
Hingga tua kita nanti
Meski terkadang Aku berpikir
Apakah Aku Pantas UntukMu
Apakah aku selalu dapat membahagiakanMU
Mungkinkah dirimu tak bahagia bersamaKu
semoga yang aku takutkan tidak ada
Dalam rasa dan kasih sayangmu





