Minggu, 29 September 2024

Semangat Gemilang di Jumbara X

Aku datang ke tempat ini Dengan harap menyatu di hati, Langkah terpadu, tiada henti, Menuju masa depan yang dinanti. Berlatih, belajar, kita bersama, Menyulam mimpi dengan ceria, Di setiap tawa, ada bahagia, Semangat kita takkan sirna. Hati terisi oleh gembira, Tak peduli lelah mendera, Proses panjang jadi makna, Hasil gemilang kini terasa. Sahabat baru kutemui, Dalam suka kita berbagi, Jalin persaudaraan abadi, Di Jumbara, kita bersemi. Di bawah langit Buleleng nan teduh, Tertanam kenangan begitu indah, PMR memanggil dalam redup, Bersama cinta, kita merambah. Kini langkah tak akan pudar, Semangat juang terus berkobar, Jumbara X, kisah terukir, Untuk masa depan yang bersinar. {G.Sandi}

Minggu, 08 September 2024

"Keadilan Tuhan: Menemukan Kedamaian di Tengah Ketidakpastian Hidup"

Hidup dalam damai adalah anugerah yang tak ternilai, tetapi apakah kedamaian itu selalu menjadi jaminan bahwa rezeki akan lebih lancar? Mungkin tidak selalu dalam bentuk yang kita bayangkan. Rezeki tidak selalu hadir dalam wujud materi atau kemudahan hidup, tapi sering kali, dalam kedamaian itulah kita menemukan harta yang tak kasat mata—ketenangan batin, kebahagiaan sejati, dan rasa syukur yang melimpah. Dalam kedamaian, kita belajar menerima, dan dengan penerimaan, sering kali rezeki hadir tanpa harus kita mengejarnya. Namun, pertanyaan tentang keadilan sering kali mengguncang hati. Adakah setiap perbuatan salah harus menerima hukuman setimpal? Pada titik ini, kita sering merasa bahwa dunia ini tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan keadilan kita. Mereka yang salah seolah dibiarkan tanpa ganjaran, sementara yang baik sering kali harus menanggung beban yang tak adil. Apakah adil itu hanya mitos, atau apakah benar keadilan akan datang suatu hari nanti? Harapan untuk keadilan adalah sesuatu yang tak dapat kita lepaskan. Kita mendambakan bahwa setiap ketidakadilan akan terbalaskan, bukan semata-mata karena kita haus akan pembalasan, tetapi karena kita ingin menyaksikan hukum Tuhan ditegakkan di dunia. Keadilan yang dihadirkan bukan untuk menghukum dengan dendam, melainkan untuk menegakkan kebenaran yang bisa membawa ketenangan pada jiwa yang terluka. Namun, meskipun kita mendambakan keadilan, hidup bukanlah tentang menunggu hukuman jatuh pada mereka yang salah. Hidup adalah tentang berjalan dalam kebenaran, meski kadang kebenaran itu tak tampak hasilnya dengan segera. Kita percaya bahwa Tuhan memiliki waktu dan cara-Nya sendiri untuk menunjukkan bahwa kebenaran akan bersinar, meski mungkin tidak dalam cara yang kita harapkan. Keyakinan ini mengajarkan kita bahwa keadilan ilahi adalah hal yang jauh lebih luas daripada sekadar pembalasan. Kebenaran itu nyata, dan hukum Tuhan pasti ada. Tapi yang lebih penting dari sekadar menyaksikan keadilan adalah bagaimana kita memandang kehidupan ini. Ketika kita mengarahkan diri pada kebaikan dan ketulusan, ketika kita tetap tegak dalam prinsip meskipun ketidakadilan melingkupi, kita telah menjadi bagian dari hukum Tuhan itu sendiri. Kita tidak hidup untuk menunggu keadilan, melainkan untuk menjadi agen kebaikan, yang terus menciptakan kesejukan dan kedamaian di sekitar kita. Tuhan tidak meninggalkan kebenaran tanpa hasil. Dan meskipun kita mungkin tidak selalu melihat balasan itu di dunia ini, yakinlah bahwa hukum Tuhan berlaku dengan sempurna. Ketika kita melangkah dengan hati yang penuh keikhlasan, meski tak terlihat, kebenaran akan memancarkan cahaya, menyusup ke dalam kehidupan kita dengan cara yang tak terduga. Pada akhirnya, bukan hanya keadilan yang membuat kita tegak, tapi keyakinan bahwa hidup ini berjalan di bawah pengawasan kasih dan kebijaksanaan Tuhan. Meskipun hidup tidak selalu memperlihatkan keadilan dengan cara yang kita inginkan, kita harus tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kebenaran terabaikan. Kadang, kita merasa bahwa mereka yang berbuat salah tidak segera menerima hukuman, sementara kita yang berusaha berjalan dalam kebenaran terus diuji. Namun ingatlah, adil tidak selalu berarti balasan yang cepat. Tuhan bekerja dengan cara dan waktu-Nya sendiri, dan dalam waktu-Nya, setiap tindakan akan berbuah, setiap kesalahan akan terhukum, dan setiap kebenaran akan dibenarkan. Sebagai manusia, kita tidak hidup hanya untuk menyaksikan keadilan ditegakkan. Kita hidup untuk menjadi alat bagi kebenaran dan kasih, menjadi cerminan hukum Tuhan di dunia ini. Kita tidak bisa memaksakan hukuman atau keadilan menurut kehendak kita, tetapi kita bisa memilih untuk terus melakukan yang benar, dengan harapan bahwa dalam perjalanan ini, kita turut serta dalam karya besar Tuhan yang sedang berlangsung di semesta ini. Dalam hidup ini, kalian akan menghadapi ketidakadilan, cemoohan, bahkan rasa putus asa. Namun, janganlah kehilangan kepercayaan bahwa kebenaran akan selalu menemukan jalannya. Jika kalian hidup dengan kejujuran, ketulusan, dan kedamaian di hati, kalian telah memenuhi bagian kalian dalam hukum Tuhan. Keadilan yang kalian dambakan mungkin tidak selalu terlihat, tetapi Tuhan tidak pernah lalai. Tetaplah berjalan di jalan kebaikan. Ingatlah, kewajiban kita bukan sekadar menuntut keadilan untuk diri sendiri, melainkan menjadi teladan keadilan bagi orang lain. Jadilah jiwa yang menyejukkan, penuh kasih, dan teguh dalam prinsip. Jangan gentar oleh kejahatan dunia, karena dalam setiap kebaikan yang kalian lakukan, ada cahaya ilahi yang akan terus bersinar. Mari kita berjuang bersama, bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menghidupi kebenaran dengan segala kekuatan dan cinta yang kita miliki. Itulah kewajiban sejati kita, dan itulah panggilan Tuhan dalam hidup ini.

Sabtu, 07 September 2024

Kasih dalam Harmoni, Harapan dalam Setiap Langkah

Dalam setiap perjalanan hidup, ada momen di mana kita menemukan seseorang yang mampu mengubah dunia kita menjadi lebih indah. Seperti kisah tentang dua hati yang saling terpaut, saling memadu kasih di tengah langkah-langkah mereka, dunia pun tampak penuh harapan. Mereka tidak sekadar berjalan bersama, tetapi setiap detik yang mereka lalui dipenuhi dengan kisah romantis yang tak terlupakan.
Aku mengagumi sosok dirimu, tidak hanya di saat-saat gemerlap penuh kebahagiaan, tapi juga dalam sepinya waktu yang kadang menyelimuti. Di kala sunyi, aku tak pernah berhenti menyulam rindu di dalam jiwaku. Setiap detik menjadi kanvas tempat aku melukis bayanganmu, meski kita terpisah ruang dan waktu. Rindu ini menjadi temanku, seperti irama yang selalu mengiringi langkahku. Di dalam sunyinya lara, saat jarak merentang di antara kita, aku tetap tak pernah lelah merajut kasih. Di muara kalbu, cinta yang kupersembahkan tak pernah pudar. Bahwa aku adalah pengagummu, bukan hanya pada saat-saat terang, tetapi juga ketika kita tersembunyi di balik tabir rahasia kehidupan. Aku mengagumimu dalam diam, dalam hening, karena cinta ini tak butuh banyak kata—hanya kehadiranmu yang membawaku pada kebahagiaan. Senyummu adalah karismamu. Senyuman itu yang melekat erat di dalam malam-malamku, memberi hangat saat dingin mencoba merasuk. Di balik senyummu, aku menemukan kekuatan yang selalu mengantarkan hasratku menuju ujung bahagia. Meski ada aral yang terkadang menjadi ruang pemisah di antara kita, aku tahu kita akan selalu menemukan cara untuk saling mendekat. Karena cinta, seperti air, selalu mengalir menuju muaranya. Di dalam setiap detak yang kita jalani, aku merasakan bagaimana cinta ini tumbuh tak hanya sebagai perasaan, tetapi sebagai kekuatan. Kekuatan yang mengisi setiap ruang kosong di semesta kita, memenuhi setiap celah dengan harapan dan keyakinan. Kita tak lagi hanya dua individu yang berjalan berdampingan, tapi kita adalah dua jiwa yang menyatu dalam harmoni, membangun dunia di mana mimpi dan kenyataan saling beriringan. Kamu adalah inspirasiku. Di saat aku meragukan langkahku, kamu hadir dengan kehangatan yang memupuk rasa percaya diri. Setiap kali dunia terasa berat, aku tahu bahwa kita bisa saling mendukung, menopang satu sama lain, karena mimpi kita bukan sekadar harapan hampa. Mimpi kita adalah tujuan yang nyata, yang bisa kita capai bersama. Cita-cita kita bukan milik perorangan, tetapi milik kita berdua, di mana setiap langkahmu adalah semangatku, dan setiap keberhasilanku adalah kebahagiaanmu. Dalam perjalanan ini, kita belajar bahwa cinta sejati bukanlah hanya tentang rasa romantis, tapi juga tentang saling mempercayai, tentang saling menguatkan. Kita saling mengisi dengan kepercayaan bahwa masa depan yang kita impikan bukanlah sesuatu yang jauh di ujung sana. Ia ada di depan mata, menunggu kita untuk menggapainya bersama. Setiap kali kita jatuh, kita akan bangkit lagi, karena kita memiliki satu sama lain. Di tengah rintangan yang kadang menghadang, kita tetap teguh dengan keyakinan bahwa semua ini bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk dunia di sekitar kita. Kisah cinta kita bukan hanya milik kita, tetapi menjadi sumber ketenangan dan inspirasi bagi mereka yang menyaksikannya. Melihat kita, orang-orang akan tahu bahwa cinta bukan hanya tentang berdua, tapi juga tentang memberikan energi positif kepada semesta. Di situlah kita menemukan kekuatan terbesar dari cinta—di saat dunia menyaksikan kita, mereka melihat harapan. Mereka melihat bahwa masa depan tidak lagi sekadar mimpi, tetapi sesuatu yang bisa diraih dengan keyakinan dan dukungan satu sama lain. Cinta kita adalah pelita yang menyala, memberikan sinar bagi mereka yang tersesat, memberi ketenangan bagi hati yang gelisah. Kita bukan hanya berjalan menuju masa depan, kita membangun masa depan itu bersama. Cinta kita mengalir dalam setiap keputusan, setiap perjuangan, dan setiap cita-cita yang kita wujudkan. Kita tak perlu khawatir tentang apa yang ada di depan, karena kita tahu bahwa selama kita bersama, setiap ruang di semesta akan dipenuhi dengan rasa percaya diri, harapan, dan cinta yang tak tergoyahkan. Inilah kisah kita—kisah tentang dua jiwa yang tidak hanya saling mencinta, tetapi juga saling membangun. Dan dunia akan selalu mengenang kita, bukan hanya karena cinta yang kita rasakan, tetapi karena cinta yang kita bagikan kepada mereka. Sebuah cinta yang penuh harapan, penuh keberanian, dan penuh ketenangan yang akan terus menyinari masa depan.

Teguh Dalam Syukur, Damai Dalam Ketidakadilan"

De Sandi
Aku tak pernah paham tentang janji kehidupanku. Sesekali aku menganggapnya sebagai sebuah cita-cita yang terajut untuk terwujud bersama suatu hari nanti. Tapi terkadang kegamangan membawaku kembali pada realitas kesadaran, bahwa mungkin janjiku itu hanya sebuah proyeksi bayangan dari perasaanku. Ah, tidak, ini sebuah kenyataan yang mesti kubangun, langkah demi langkah. Hidup bukan tentang apa yang kita peroleh, tetapi tentang apa yang kita berikan. Aku hanya ingin dapat memberi kesejukan pada setiap makhluk yang sedang menahan dahaga, menawarkan setetes harapan bagi mereka yang telah kehabisan tenaga. Hanya sesuap nasi bagi mereka yang sedang kelaparan, hanya sepenggal kata bagi jiwa-jiwa yang lelah.

Aku ingin menjadi cahaya kecil di tengah gelap, tempat di mana mereka yang tersesat bisa melihat jalan pulang. Ya, sejuk... damai... dan harmonis. Hidup yang penuh dengan cinta kasih, di mana setiap langkah membawa kita lebih dekat pada persaudaraan, pada dunia yang lebih baik. Meski perjalanan ini panjang, harapan itu tetap menyala—seperti bintang yang tak pernah padam, mengantarku menuju masa depan yang gemilang.

Di sinilah aku berdiri, tidak hanya menunggu, tapi menciptakan. Aku akan terus melangkah, menenun impian yang selama ini terlihat samar, menjadikannya nyata bagi diriku dan orang lain. Karena aku percaya, di balik setiap tantangan ada peluang, di balik setiap keraguan ada keyakinan, dan di balik setiap harapan ada kekuatan untuk mewujudkannya.

Aku mulai menyadari, bahwa dalam setiap langkah hidup ini, janji kehidupanku bukan hanya tentang apa yang kutemui, tetapi juga tentang bagaimana aku meresapi setiap pengalaman yang datang—bahkan saat ketidakadilan menghampiri. Rasa syukur kini mengalir lebih dalam, tidak hanya untuk hal-hal indah yang menyentuh hidupku, tapi juga untuk setiap perlakuan yang tak adil, yang pernah membuatku merasa terpuruk.

Dulu, aku bertanya-tanya mengapa dunia ini sering kali tidak seimbang, mengapa kebenaran terkadang terasa tersembunyi di balik bayang-bayang penindasan. Namun kini, dengan hati yang terbuka, aku mulai menerima bahwa semua ketidakadilan telah dijawab oleh hukum semesta yang lebih besar dari kita—hukum karma. Setiap tindakan membawa akibatnya sendiri, dan pada akhirnya, semua kembali pada apa yang kita tanam.

Aku memilih untuk menerima ketidakadilan dengan lapang dada, karena dalam penerimaan itu aku menemukan kedamaian. Tak lagi kubiarkan hatiku terbakar oleh dendam, karena aku paham, balasan bagi setiap tindakan sudah ada jalannya sendiri. Setiap ketidakadilan yang pernah kuterima adalah bagian dari perjalanan menuju kedewasaan batin. Ini adalah pelajaran yang menyadarkanku bahwa kita tak selalu bisa mengontrol dunia, tapi kita bisa mengendalikan cara kita merespons dunia.

Syukurku kini lebih mendalam, bukan hanya untuk kebahagiaan, tetapi juga untuk luka-luka yang mengajarkanku bertahan. Setiap perlakuan yang menyakitkan, kini kupandang sebagai batu pijakan menuju pemahaman yang lebih tinggi. Aku percaya bahwa di balik setiap penderitaan, ada rahmat tersembunyi yang sedang bekerja, memurnikan jiwa, memperkuat hati, dan membawaku lebih dekat pada diriku yang sejati.

Dan untuk mereka yang membawa ketidakadilan dalam hidupku, aku tidak menyimpan amarah. Aku tahu, hukum karma tak pernah tidur. Masa depan mereka telah terukir oleh tangan mereka sendiri, dan aku tak perlu menjadi hakim dalam kehidupan ini. Aku hanya perlu berjalan dengan damai, menebar cinta di setiap langkah, dan membiarkan semesta bekerja dengan caranya.

Hidup ini pada akhirnya adalah tentang ketenangan dalam menerima apa yang tidak bisa kita ubah, dan kekuatan untuk tetap berjalan dalam kebaikan, meski dunia sering kali terasa tidak adil. Karena setiap ketidakadilan bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari keadilan yang akan datang—entah dalam kehidupan ini atau yang berikutnya. Dan di sanalah, masa depan yang gemilang menanti bagi mereka yang tetap teguh dalam cinta, kebaikan, dan syukur. (Sunset)

Sabtu, 13 Maret 2021

Kasadian Sujati (Ginanti)

 

Dija alih dija ruruh

Legan nyete ne sujati

Ane kebawosang bagia

Dugi paling bakat alih

Bantangin ban mas lan selaka

Tan merawat nang akikit

Sayan sugih sayan inguh

Ngampilang brana sesai

Takut tanggehang pisaga

State selang dihati

Rasa ade ne ngitungang

Ngrebut arta aji nyilib

Pisaga tong bakat gugu

Krasa pade iri hati

Pade ngadu sebeng getar

Kenyongne anggona nyilib

Nyetnye kaliput lan jela

Mangatonang anak sugih

Mare tahu teken unduk

Witning nyliksik nyet pedidi

Woh bonggane mare ngendas

Anake bakat aranin

Krase brayane ngedegang

Jatinnya woh kardi niri

Awake bes sanget begug

Bongga teken dewek sugih

Tan rungu ring nyame braya

Nyapatin ajin ngelawanin

Reh ngrase sing kuwangan amah

Ape buin idihang kanti

Kencegan baan punyah pitu

Mrasa teken awak inggil

Twara ade saman pade

Mrasa dewek bagus ririh

Salwirya pinih utama

Sing ade ngasorang pasti

Engsap teken pade patuh

Pakenyet nyamane jati

Tusing ade nyak nyekjekang

Masih ja pade ngingenin

Sugihe pejang dijumah

Ngudiang anake endogin

Mare bakat baan ngeruruh

Sadia bagiane sujati

Trikaya parisudha

Nyet tabuh laksana suci

Ane ento tuah sarannya

Suluh sulur sujati

Kenehe apang da begug

Tabuhe de mangungkulin

Lanksanane mangde rapah

Kemban lan itatwam asi

Wit nyete saling ngerunguang

Pade pedak menatingin

(Mudastra, Sembiran 1998)

 

Subha Asubha Karma (mas kumangbang)

 

Jele melah mebungkil dihulu hati

Melahang mengraksa, ento ye maweweh kanti

Yening beneh ben ningkahang

    Prade saja, beneh ben ningkahang budi

    Semu solah yatna, nyama braya pada asih

    Liyu ngelah ngelah pasawitran

Yening damang, baan ngundukang cita budhi

Ngulurin kabonggan, prade kawekas mamurti

Nyama ejoh musuh ngarepang

    Pape neraka, dadi dadolegan gumi

    Watangan majalan, satmaka dini

    Tuara ade mangringsunang

To melahang, pinehin pang sai

Anggen babekelan, panglemek bapane jati

Buntil sajeroning manah

(Mudastra Desa Sembiran, 1998)

Minggu, 27 Desember 2020

Selamat Tahun Baru 2021

Kami hadir di dunia ini dengan segala keterbatasan. Tidak sempurna, tidak mampu memenuhi harapan dan asa yang sering kali disematkan oleh sahabat, saudara, dan orang-orang di sekitar. Meski kami telah berusaha keras untuk memberikan manfaat, sering kali, keterbatasan menghalangi langkah kami. Rasa tak berdaya menyelimuti, seolah segala daya yang dicurahkan belum cukup membuahkan hasil yang diharapkan. Dari waktu ke waktu, kami terus belajar. Belajar menerima kritik, bahkan cemoohan, dari teman dan sahabat, meskipun terkadang terasa perih. Kedewasaan kami masih belum matang, masih jauh dari sempurna. Namun, kami terus melangkah, meski jalannya berliku dan penuh tantangan. Kini, di ambang tahun baru, ada harapan yang kembali menyala. Semoga tahun yang akan datang membawa inspirasi baru, membawa cinta, kasih sayang, dan kebersamaan yang lebih kuat. Kami berharap dapat saling mengisi, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Kami ingin menjadi lebih bermanfaat, meningkatkan kualitas diri, dan mengangkat kehidupan bersama ke arah yang lebih baik. Semoga, dalam perjalanan ini, tidak ada lagi keluh kesah yang membayangi. Segala yang pernah terpisah, semoga kembali bersatu dalam kebahagiaan. Asa yang tertunda, semoga tergapai dalam ketulusan jiwa. Kebencian yang mungkin pernah hadir, semoga mekar menjadi cinta yang penuh kasih. Kekurangan yang sempat dirasakan, semoga berubah menjadi kecukupan yang membawa kedamaian. Kehadiran kami tidaklah sempurna Perilaku kami tidak bisa memenuhi asa dan harapan sahabat, saudara dan andai toland semua Meski kami telah berusaha untuk dapat berguna bagi semuanya Namun apa daya keterbatasan kami membuat kami tidak berdaya Waktu ke waktu kami belajar Menerima semua kritik dan cemohan dari kawan maupun sahabat semua Namun kedewasaan kami belumlah sempurna Semoga tahun baru ini menjadi tahun inspirasi Dapat mendorong kasih sayang, cinta dan kebersamaan Untuk bisa saling mengisi dan meningkatkan kemamfaatan bagi orang lain Juga dapat meningkatkan kualitas diri dan kualitas kehidupan Sehingga tidak ada keluh kesah tercipta diantara kita Semua yang telah terpisah semoga menyatu dalam kebahagiaan Asa yang tertunda semoga tergapai dalam kemurnian jiwa Kebencian tercipta menjadi cinta penuh kasih Rezeki yang terkurangkan menjadi berkecukupan Sempurnalah persahabatan kita dalam damai dan pancaran kasih Tuhan dapat memenuhi jagatraya Selamat tahun baru 2021 Di sinilah harapan kami. Persaudaraan kita, semoga menjadi sempurna dalam damai. Dan semoga, pancaran kasih Tuhan memenuhi seluruh jagat raya. Selamat datang tahun baru, semoga membawa berkah bagi kita semua. Selamat datang tahun baru, pembawa harapan dan awal yang baru. Di tahun ini, kami ingin lebih dari sekadar ada—kami ingin menjadi cahaya bagi mereka yang butuh arah. Kami ingin langkah-langkah kami, meskipun kecil dan tak sempurna, beresonansi dengan kebaikan yang lebih besar. Setiap kesempatan yang datang, setiap tantangan yang menghampiri, kami sambut dengan hati terbuka. Tahun ini, kami berjanji akan lebih bersabar. Bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Kami paham, kesempurnaan bukanlah tujuan, melainkan perjalanan yang penuh kesadaran. Kami belajar bahwa dalam setiap jatuh bangun, ada pelajaran yang memperkaya, ada ruang untuk tumbuh dan memperbaiki diri. Kami tak ingin hanya mengejar rezeki materi, tetapi juga rezeki yang tak terhitung dengan angka—rezeki kebahagiaan, kedamaian, dan rasa syukur. Apa yang dulunya terasa kurang, semoga kini cukup. Apa yang pernah membuat gelisah, semoga terganti dengan ketenangan yang tulus. Dalam kebersamaan, kami ingin merayakan segala hal kecil yang sering terlewatkan. Semoga, dalam perjalanan hidup ini, kita semua dapat saling mendukung dan saling memahami. Jika ada kesalahpahaman yang terjadi, semoga lekas terselesaikan dengan baik. Jika ada kekecewaan yang tertinggal, semoga dapat diluruhkan dengan maaf. Di tahun ini, semoga setiap hubungan yang retak dapat disatukan kembali, seperti benang halus yang dengan sabar dijahit kembali ke dalam harmoni. Tahun baru ini adalah saat untuk menciptakan lebih banyak cinta, bukan hanya untuk orang-orang terdekat, tetapi juga untuk mereka yang jarang kita perhatikan. Setiap langkah yang kita ambil, semoga dilandasi niat baik untuk menyebarkan damai, menggapai lebih banyak kebaikan, dan menghapus kebencian. Dan semoga, dalam segala hal, Tuhan mengiringi kita dengan kasih-Nya yang tiada batas. Mari kita sambut tahun ini dengan penuh harapan, dengan sukacita yang tak tergoyahkan. Kita tidak sempurna, tetapi di tengah ketidaksempurnaan itu, kita bisa menemukan keindahan. Mari berjalan bersama, menggapai mimpi yang tertunda, memperbaiki yang pernah salah, dan terus bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Selamat tahun baru, semoga Tuhan senantiasa menyertai langkah kita.

Senin, 17 Juni 2019

Cinta MembuatMu Merasa Nyaman

Ketika kata-kata tak mampu bersuara
Terpendam dalam diam seakan tak ada rasa
Aku hanya terdiam menikmati perasaan  ini
Meski ketakutan menjadi kawan dalam kesepian

         Jika mampu kuuraikan seluruh perasaan ke dalam kata-kata
         Kata cinta yang membuatmu merasa nyaman berada didalamnya
         Mungkin aku merasa utuh
         Dan ijinkan aku menjadi penjamin rasa aman untukMu

Kan ku jaga selalu hal yang menurutMu mempunyai makna
Tapi aku hanya bisa bermimpi dan terus bermimpi
Mengembangkan sayap dan mengajakMu pergi
Menuju temaram alam khayalan
 
         Kau adalah keindahan yang nampak, namun tak tersentuh
         Ijinkanlah kunikmati perasaan ini sendiri
         Mengagumimu dalam diam
         Agar kebahagiaanMu tak terusik oleh kekaguman
         Seorang pria yang penuh kekurangan

Agus Erawan (Maba 2018......)

Aku Mencintai dengan Segala KekuranganKu

Sebaris kata membentuk nama
nama yang terlukis indah di lubuk hatikU
kekasih..............
senyummu janjikan keceriaan hidupku
Nada suaraMu janjikan aku
Kan lupakan semua dukaku

Kekasih.....
Aku tak tahu apa arti cinta kasih dan sayang
karena yang selama ini aku tahu
Cinta adalah perasaan ingin memiliki
Kasih adalah perasaan ingin memberi
Sayang adalah perasaan ingin melindungi

Kekasih.......
Bolehkah aku mencintaiMu dengan segala kekuranganKu
Bolehkah aku mengasihimu dengan sepenuh jiwaKu?
Bolehkan aku menyayangimu dengan seluruh kekuatanKu?

Kekasih
saat bibir ini tak mampu lagi merangkai kata-kata
Hanya kata ini yang mampu kuucapkan
Aku MencintaiMu

Apakah Aku Pantas MendampingiMu Selamanya

Entah apa yang harus aku tuangkan
dalam secarik kertas ini
Goresan tinta indah sekalipun,
Tak ada yang bisa mewakili perasaan ini
            Ada banyak hal yang mungkin tak kau tahu dariku
            Betapa banyak tersimpan segala kekuranganKu
            Bahkan lebihnya cintaku yang ku kemas dalam hati untukmu
Aku ingin di setiap hari-hariku bersamaMu
Aku Ingin selihatmu
Mendengar suaraMu
Canda dan tawaMu
             Aku ingin kau selalu ada untukKu
             Hingga tua kita nanti
Meski terkadang Aku berpikir
Apakah Aku Pantas UntukMu
Apakah aku selalu dapat membahagiakanMU
Mungkinkah dirimu tak bahagia bersamaKu
semoga yang aku takutkan tidak ada
Dalam rasa dan kasih sayangmu