Rabu, 08 Mei 2019

Puing-Puing Tak Bermakna

Ketika hati tak menentu
Serasa terulang kembali masa yang telah berlalu
Kata-kata terucap dari bibirMu
Masih terang di telingaKu

           Benci..........
           Berkorbar laksana api membara
           Membakar seluruh jiwa dan raga
           Hampir tak dapat terpadamkan

Tapi apa daya
Seluruh harapan telah sirna
Menghancurkannya
Yang tertinggal hanya puing-puing

Ku Selalu bertanya dalam hati
Apa yang aku peroleh dari semua INI
Hanya karena mengagumiMu

Alex......Maba 2018

Salam Rindu dari Pengagum Rahasia

Sejak kehadiranMu hingga kini
Ruang hatiku beraroma wangi
Buaian bunga-bunga rindu menari
Yang kau tinggalkan di hati

        Makin hari bersemi tanpa lau senyum ini
        Tersirami cinta suci darimu ke kasih hati
        Jangan biarkan ku sendiri
        Ku hanya ingin memiliki dirimu seutuhnya

Bertemu denganMu adalah anugrah
Manisnya senyumMu membuat hidupku berwarna
Diam-diam ku selalu memperhatikaMu
Walaupun kau tak pernah memikirkanku

        Pergilah kau bersama orang lain
        yang dapat membahagiakanMu
        Daripada kau tak pernah bahagia bersamaKu
        Biarlah ku selalu menjadi pengagum RahasiaMu

Ketulusan Cinta dalam Batas Kesabaran

Indah apa yang harus kutuangkan dalam secarik kertas ini
Goresan tinta indah sekalipun tak ada yang bisa mewakili rasa ini
Pada Banyak hal mungkin tak kau tahu dariku
Betapa banyak tersimpan segala kekuranganKu
Bahkan lebihnya citaku yang ku kemas dalam hatiku
Terima kasih atas curahan kasih sayangMu untukku
yang telah memberikan warna disetiap hariKu bersamaMu

          Cinta datang dari mata turun ke hati
          Tapi kadang ia pergi dengan air mata
          Cinta datang membawa senyuman dalam hati
          Tapi dia pergi meninggalkan luka dalam hati
          Hanyalah kesabaran dan ketabahan
          Yang membuat kita menghadapi semua
          Semoga kita saling mencintai dengan tulus
          Maafkan jika ada kesalahan......
          dengan sepenuh hati aku mengucapkan

Semoga dirimu mengerti akan kekurangan Ku......................
          

Aku Sangat Mengagumimu

Sejak pertama kali melihat dan megenalMu
sejak saat itulah diam-diam aku memperhatikanMu
Kau mungkin tak pernah melihatku
Karena aku selalu memperhatikanMu dari jauh...

          Aku bukan tipe orang yang bisa ngungkapin
          apa yang aku rasain lewat rangkaian tulisan indah....
          Aku bukan orang yang akan memanggil-manggil namaMu
          saat aku melihatMu
         Aku hanya akan menggumamkan namaMu di hatikU

Maaf jika selama ini
Aku selalu membuatmu lelah dan kesal
Walaupun aku telah lama mengenalMu
Tapi aku merasa sikapmu semata-mata ingin mengajariKu
Tentang keinginanMu dan perasaanMu ke padaKu

          Terima kasih telah meluangkan waktuMu untukku
          Walau dirimu tiada ruang dan waktu yang cukup untukku
          Namun diriMu menyempatkan mempersiapkan segala hal yang aku butuhkan
          Aku sangat mengagumi dan MenyayangiMu

Sekali lagi terima kasih..........

Kau Tak Seperti Yang Aku Inginkan

Ku lewati hari dengan senyum
dengan doa juga usaha
agar ku temukan wanita impian

          Ku buka mataku penuh dengan cinta
          agar yang kulihat adalah wanita impian
          Tetapi hatiku hancur kandas
          Setelah melihatmu yang membuatku 
          amarahku memuncak

Kau tak seperti Bidadari yang diharapkan
Kau tak seperti Ratu yang kuimpikan
Kau tak seperti rembulan yang kuinginkan

             (Gede Juli Ariana........Maba 2018)

Sang Pangeran Rahasia

Di Hari dan waktu yang bersamaan
Tak Jeddah ku salam rindu di jiwa
Menghantarkan hasratku ke tepi bahagia
Tak lelah diriku tuk terus memandangmu

    Mata dan hatiku selalu tertuju padamu
    Meski terkadang di dalam senyummu
    Yang memiliki sebuah harapan besar
    Aku tetaplah Sang Pangeran Rahasia

Yudha arya.............Maba 2018

Senin, 01 April 2019

Bahagia Bersama Tunas Baru

aku tahu kalau kita belum lama saling mengenal
tapi ini harus ku ungkapkan....
aku tidak bisa hanya duduk berdiam diri
diriku dipenuhi pikiran serta perasaan yang membuatku tersiksa

     Aku terlalu takut dan malu bila dihadapamu
     apalagi untuk membisikkan sepatah kata dengan Mu
     aku juga tidak memiliki keberanian yang cukup
     keberanianKu hanya bisa kutuangkan 
     Dengan selembar kertas yang ditulis dengan tulus
     oleh jari jemariku ini........

Inilah aku yang sederhana ini dan selalu mengagumiMu
Bagaimana aku sangat bisa dan menyukaiMu
mungkin juga ini yang disebut orang ....cinta
Ku pertanyakan lagi mengapa dirimu menjadi bagian dalam hidupKu....

      Aku takut rasa ini ini begitu cepat dan juga akan segera sirna
      bagai kuku jari, tumbuh dipotong lalu tumbuh lagi.....
      Tapi sisi lain, selalu melekat di jari menumbuhkan tunas baru
      yang indah dan penuh lentik pesona

Akankah sirna bersama angin malam
Pergikah dia bersama lamunan jiwa
semua berada dalam kuasaMu
akan kujalani sisa ini, untuk berbahagia bersama bayanganMu

Aku Sangat merindukanMu ketika Kau Jauh dari SisiKu

Entah apa yang harus aku tuangkan
dalam secarik kertas ini
Goresan tinta indah sekalipun tak ada yang mewakili rasa ini
Ada banyak hal yang mungkin
tak kau tahu dariku

       Betapa banyak tersimpan segala kurangku
       Bahkan lebihnya cintaku yang ku kemas dalam hati untukMu
       Sejak pertama kali aku mengenalmu
       tak ada yang berbeda dari apapun semua tentang kita
       layaknya seoarang teman yang senantiasa bersama

Namun seiring berjalannya waktu
Rasa ini mulai tumbuh berbeda dari biasanya
Rasa di mana aku ingin selalu di sampingMu
Tertawa bercanda, menangis

        Aku ingin kamu selalu ada disisiku
        bahagia hati ini ketika aku bisa melihat senyummu
        ketika kita bersama
        Tapi hati ini merasa sendiri
        Ketika kamu tak disisiku

........aku begitu merindukanMu
(.....Fitri UNIPAS 2018)

Jauh Melangkah sulit Untuk Kembali

Awalnya kau hadirkan manis pesonamu
hingga aku terjatuh di sosok hatimu
kau juga tanpak lembut dalam tingkahmu
hingga keadaan selalu terasa hangat saat bersamamu

      Aku terbuai dengan rasa-rasa ini
      bahkan aku sangat rela untuk berkorban
      apapun demi terus bisa bersamamu
      hari demi hari kau tanpak makin jauh
      Tanpa ku ketahui apa sebenarnya yang telah terjadi

aku memang sangat bahagia dengan Mu
Waktu sebenarnya hanya obyek pelarianMU
Tanpa ku sadari aku jauh telah jauh melangkah
Mungkinkah aku dapat kembali ke jalan
di mana kita mulai dulu
                        (.................Yogi Asmara UNIPAS 2018)

Sabtu, 19 Januari 2019

Menapaki Dunia Yang Menjadi Harapan


Kadang aku berpikir apakah setiap langkah ini menuju kebenaran
Dipersimpangan jalan sering langkah ini terhenti
Apakah aku menjadi seorang panutan atau menjadi jatuh
Dan tak mungkin menjadi bangkit
Menuju tujuan yang hamper tiba
Dari jauh aku melihat dia memanggilku
Namun setelah aku dekat
Ketika itu hasratku menggebu
Terlihat dimatanya juga menampakkan sebuah harapan
Namun dia selalu menampikkan bahwa gunung hasrat
Jatuh tertahan
Aku tidak tahu apakah akan dapat tertolong


Ketika itu dimusim jelajah dunia, aku berjalan dan menapaki dunia yang menjadi harapan sebagai seorang pendidik. Sebuah tempat di mana dalam ketinggian gedung yang tidak dapat menyaingi tingginya hasrat diriku yang ingin rasanya aku mencapai keberlahapan dunia yang tak terhingga. Kakiku menuju sebuah gedung yang barangkali di mataku menjadi sangat buruk jika aku bandingkan dengan gedung-gedung yang lainnya. Disana aku juga melihat beberapa orang yang pada akhirnya menjadi teman sekelasku. Namun satu orang yang paling cepat dan terlintas dalam ingatanku. Namun aku masih dalam keraguan untuk menyapa apakah benar dia adalah mantan ku ‘mantan kawan kerjaku yang sebelumnya aku kenal. Tubuh kecil mungil, semangat dan cerdas, gerakannya cepat percaya diri dan mandiri. Ya  tidak salah lagi pasti dia…. Hai aku menyapa dengan sopan lalu kami berkenalan “ dav dia menyebutkan namanya… dengan serius aku mengulang kembali Dav          `